Gemuk tanda makmur? Awas gilakkk yaa…

Supaya gak slek, Paijem jelaskan dulu. Paijem adalah orang dengan badan yang tidak ideal. Jika berat badan ideal adalah tinggi badan dikurangi 110, maka Paijem beratnya lebih banyak 23 kg dari berat badan ideal. Itu DUA PULUH TIGA KILOGRAM ya bacanya. Cuma selisih 2 kg aja dari 1 sak beras. 1 karung beras. Segitu berat yang harus disingkirkan dari tubuh sebenernya kalo pengen ideal.

Paijem menerima diri sendiri. Percaya dengan bentuk yang ada saat ini. Tapi tidak mau membodohi diri sendiri dengan mengatakan gemuk itu tanda makmur. Paijem juga bukannya tidak makmur. Kalau untuk soal makan, Paijem itu gak seadanya. Makan itu malah milih mau makan apa. Orang yang masih bisa milih mau makan apa setiap hari pastinya bukan orang susah. Walaupun mungkin kekayaannya gak seperti Bill Gates yang jelas gak bisalah disebut tidak makmur.

Allllllllllah ya gak papalah mengatakan gemuk itu tanda makmur. Kan juga bisa menyenangkan diri biar gak stress. Heiiiiii. Menyenangkan diri biar gak stress itu gak harus memanipulasi kenyataan. Masih banyak cara menyenangkan diri dengan dampak positif lho. Karena kalau kita percaya gemuk itu tanda makmur, itu secara otomatis kita merasa tidak ada yang salah dengan gaya hidup kita.

Coba deh kita kroscek orang yang kelihatan dan terbukti makmur. Kebanyakan dari mereka malah memiliki badan yang ideal. Orang makmur itu menurut Paijem adalah orang yang memiliki waktu dan uang untuk dinikmati. Ada orang yang kayanya minta ampun tapi waktunya harus bekerja sepanjang hari. Lah belum makmur. Ada orang yang waktunya free dari pagi sampai pagi lagi malah, tapi gak punya uang. Lah apalagi ini, secara kemakmuran notabene banyak menilainya dari materi. Makmur itu kan serba berkecukupan tidak kekurangan. Termasuk tidak kekurangan waktu untuk olahraga. Malas olahraga? Orang makmur juga pastinya bisa bayar kelas yoga, gym dan aerobic. Bisa bayar dan punya waktu untuk itu.

Makanya Paijem menentang keras jika gemuk itu tanda makmur. Agaknya statement ini hanya untuk membuat orang menerima keadaannya. Menerima kenyataan dengan menerima diri sendiri boleh, harus malah, tapi jangan membuat statement yang agak berbahaya. Sehingga orang gemuk yang langsung menelan mentah-mentah statement itu menganggap oke karena gemuk itu tanda makmur, baiklah saya tetap meneruskan lifestyle sembarangan saya gak papa, kan makmur. Nah, perbuatan menyenangkan diri yang jika tidak disadarkan bisa berdampak lebih besar.

Banyak alasan kenapa orang gemuk. Paijem gak mau bahas orang lain, ngapain jauh-jauh. Yuk check i dot lifestylenya Paijem :

  1. Makan Mie Instant seenak udel e
  2. Habis makan kadang gak merasa bersalah untuk rebah
  3. Cemilan rutin, dimana-mana ada
  4. Jarang minum air putih, minumnya yang manis-manis
  5. Tidak pernah olahraga (mending kalo jarang ya)
  6. Makan gak teratur, jamnya, porsinya, lauknya
  7. Tidur gak teratur, kadang kesorean, kemalaman, kepagian
  8. Setelah makan malam, masih makan lagi
  9. Kalau bekerja keras dikit merasa berhak makan apapun
  10. Kalau stress wajib makan, yang enak dan manis

Dan masih banyak lagi kebiasaan-kebiasaan buruk yang menyebabkan kegemukan ini tetap bertahan walau tak diingini si pemilik tubuh. Jadi hanya karena makmur seseorang juga gak serta merta gemuk.
Wahai kaum gemuk sadarlah. Kita memang harus bahagia dan menerima diri kita, tapi jangan mengelabui diri sendiri.

Gemuk itu juga tidak salah, jangan dianggap dosa dan najis. Tapi gemuk itu juga bukan tanda makmur. Dan ingat, jika berlebihan, gemuk itu juga dapat menyebabkan berbagai penyakit. Jadi kalo bilang gak papa gemuk yang penting bahagia. Paijem cuma mau bilang sangat sulit orang sakit untuk bahagia. Sangat tidak ada salahnya untuk mengurangi kegemukan dengan mengorbankan sedikit kebahagiaan kita dalam suka makan apapun dan kapanpun misalnya, demi kebahagiaan yang lebih besar lagi di masa depan seperti berkeluarga dan beranak cucu dengan tubuh yang tidak menjadi sarang penyakit.

Kan sakit bukan selalu karena gemuk dan gemuk gak selalu sakit?
Ini nih yang bikin Paijem suka naik pitam.
Iya sakit bukan selalu karena gemuk, tapi ada kan sakit karena gemuk? Gak salah kalo kita cegah kan? Terus gemuk gak selalu sakit? Banyak loh orang gemuk yang sakit. Apa ada salahnya kita yang gemuk lebih introspeksi dan menghindari menjadi gemuk yang sakit? Yakin gemuknya sudah sehat banget? Jadi nge-gas kan Paijem. Wkwkwkland…


Ini beberapa contoh penyakit yang sering bersarang karena kegemukan dan sedikit penjelasannya :

  1. Meningkatkan resiko osteoporosis
    Tulang pada tubuh orang gemuk kelelahan dalam menopang lemak-lemak. Nyeri sendi karena bebannya berat.
  2. Sembelit
    Sembelit bukan terjadi hanya karena kotoran yang mengeras karena kurang makanan berserat. Sembelit juga terjadi karena dalam tubuh lemak sudah berlebih.
  3. Migrain
    Kandungan lemak yang berlebih dalam tubuh bisa menghambat aliran darah ke kepala. Migrain lah jadinya kan.
  4. Menurunnya ingatan
    Kelebihan lemak dalam tubuh membuat kolesterol meningkat. Nah kolerterol tinggi maka resikonya tinggi juga untuk terkena Demensia dan Alzheimer.
  5. Kanker Uterus
    Membuat rahim membesar karena adanya kelebihan lemak.
  6. Infeksi Jamur
    Karena banyaknya lemak maka keringat yang dihasilkan bertambah dan menyebabkan infeksi jamur di beberapa bagian tubuh.

Udah ahh itu aja dulu. Yang lainnya lebih kronis-kronis. Jadi negatif walaupun memang ada resikonya.
Yang jelas banyak sekali penjelasan dimana kegemukan juga meningkatkan resiko berbagai penyakit. Nah buat kita yang sudah terlanjur gemuk, jangan fokusnya hanya menurunkan berat badan berdasarkan angka timbangan. Disinilah statement yang penting sehat lebih tepat. Kita menjaga tubuh dengan memiliki gaya hidup yang benar, misalnya pola makan teratur porsi dan waktunya.

Oke cintai ususmu, minum xxxxxx tiaaaap hari.
Loh kok kayak iklan?
Insya Allah, sehat lalu semuanya.
Amin.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *